Awali Hidup Ini Dengan Membaca Basmallah
Semoga Amal Ibadah Kita Diterima Allah S.W.T .....Amien...

link

Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2015

KEUTAMAAN RAMADHAN DAN PUASA



1.    Alloh Ta’ala berfirman :
شَهْرُ مَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an” (QS Al-Baqoroh : 185).
2.    Alloh Ta’ala berfirman :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya kami menurunkannya di malam lailatul qodar.” (QS Al-Qodar : 1).
3.    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَمَاءِ وَأُغْلِقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمِ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْن
“Apabila Ramadhan telah masuk, pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu jahannam ditutup serta syaithan-syaithan dibelenggu.”
Di dalam riwayat lain :
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ
“Apabila Ramadhan telah datang, pintu-pintu surga dibuka”.
Di dalam riwayat lain :
فُتِحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ
“pintu rahmat dibuka”. (Muttafaq ’alaihi)
4.    Di dalam hadits riwayat Turmudzi :
وَيُنَادِي مُنَاٍد : يَا بَاغِيَ الخَيْرِ هَلُمَّ وأَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِ أَقْصِرْ وِلْلَّهِ عتقاءُ مِنَ النَّارِ وَ ذلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ حَتَّى يَنْقَضِيَ رَمَضَان
“Berseru seorang penyeru, wahai orang yang menghendaki kebaikan lakukan dan laksanakanlah, wahai orang yang menghendaki keburukan kurangilah. Dan Alloh memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka dan hal ini terjadi setiap malam sampai berakhirnya Ramadhan.” (dihasankan oleh al-Albani).
5.    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلى مَا شَاءَ اللَّهُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amal bani Adam dilipatgandakan, kebaikan diganjar sepuluh kali lipat yang sepadan dengannya hingga sampai seratus kali lipat, bahkan hingga sampai kepada apa yang Alloh kehendaki. Alloh Azza wa Jalla berfirman : kecuali puasa, karena se-sungguhnya puasa itu untukku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwat dan makannya hanya karena Aku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan tatkala ia berbuka dan kegembiraan tatkala ia bertemu dengan Rabb-nya. Sungguh bau mulut seorang yang berpuasa itu adalah lebih harum di sisi Alloh dibandingkan harumnya kesturi.” (muttafaq ’alaihi).
6.    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan ar-Royyan. Orang-orang yang berpuasa masuk darinya pada hari kiamat, dan tidak ada seorangpun selain mereka yang dapat memasukinya. Apabila mereka (orang-orang yang berpuasa, pent.) telah memasukinya pintu tersebut ditutup, dan tidak ada lagi seorangpun yang dapat memasukinya.” (Muttafaq ’alaihi).
7.    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan ihtisab (mengharap balasan dari Alloh) maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (Muttafaq ’alaihi).
8.    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
وَالصَّلوَاتُ الخَمْسُ وَالجُمْعَةُ إِلى الجُمْعَةِ وَرَمَضَان إِلى رَمَضَانِ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَتْ الكَبَائِرُ
“...antara sholat lima waktu, antara Jum’at yang satu ke Jum’at yang lain dan antara Ramadhan yang satu ke Ramadhan yang lain, terdapat kafarat (penghapus dosa) diantaranya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).
9.    Dari Abi Umamah beliau berkata : Aku mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan aku berkata :
مُرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ
“Tunjukkan padaku amalan yang dapat memasukkanku ke surga.”
Beliau menjawab :
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ
“berpuasalah karena tidak ada yang sepadan dengannya.”
Kemudian aku mendatangi beliau kedua kalinya, beliau tetap berkata :
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ
“Berpuasalah”. (Shahih, HR. Ahmad).
10. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Alloh, melainkan Alloh jauhkan pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh kharif (jarak perjalanan).” (HR. Muslim).
11. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيه
“Puasa dan Al-Qur`an memberikan syafa’at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata : Wahai Rabb, sesungguhnya aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka berilah dia syafa’at karenaku.” (Shahih, HR. Ahmad dan selainnya).

Jumat, 13 Maret 2015

Puasa Ramadhan dan Hukumnya




1.    Definisi puasa: ialah menahan diri dari makan, minum, jima’ dan seluruh hal yang dapat membatalkannya dengan niat beribadah kepada Alloh Ta’ala dari semenjak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
2.    Hukumnya: wajib atas setiap muslim yang telah baligh (dewasa), berakal, mampu melaksanakannya dan muqim (menetap). Wajib pula bagi wanita apabila telah suci dari haidh (menstruasi) dan nifas (darah pasca bersalin).
3.    Ramadhan ditetapkan dengan melihat hilal (bulan sabit muda) atau menyempurnakan Sya’ban sebanyak 30 hari [apabila terhalang melihat hilal, pent.].
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمِّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَان ثَلَاثِينَ يَوْمًا
“Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Apabila (penglihatan) kalian terhalang maka sempurnakan bulan Sya’ban tiga puluh hari.” (Muttafaq ‘alaihi)
4.    Hukum Niat: wajib berniat untuk puasa ramadhan dan bagi orang yang berpuasa cukuplah baginya meniatkan di dalam hatinya. Tidak ada dalilnya melafazhkan niat baik ketika puasa ataupun sholat. Barangsiapa yang bersahur sebelum fajar maka ia telah berniat dan barangsiapa yang menahan dari makan, minum dan pembatal puasa di tengah hari dengan ikhlas kepada Alloh, maka ia telah berniat walaupun ia tidak bersahur. [Lihat Fiqhus Sunnah].   

PUASA TERMASUK RUKUN ISLAM




Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun atas lima hal :
1.    Syahadat (persaksian) Laa ilaaha illalloh
[لا معبودا بحق إلا الله : tiada sesembahan yang hak kecuali Alloh] dan Muhammad Rasulullah [Muhammad yang Alloh mengutus beliau untuk menyampaikan agama-Nya dan wajib mentaati beliau di dalam semua yang beliau sampaikan dari Alloh.]

2.    Menegakkan Sholat
[menunaikan pada waktunya dengan memenuhi rukun-rukun dan kewajiban-kewajibannya dengan tenang dan khusyu’.]

3.    Menunaikan Zakat
[Apabila seorang muslim memiliki sekurang-kurangnya 85 gram emas atau uang yang senilai dengannya, maka ia harus membayarkan zakatnya sebesar 2,5 persen setelah satu tahun. Adapun selain uang maka ada ukurannya tersendiri.]

4.    Pergi haji ke Baitullah
[bagi orang yang memiliki kemampuan, yaitu orang yang memiliki biaya perjalanan pulang pergi beserta nafaqoh-nya sedangkan ia tidak memiliki hutang.]

5.    Berpuasa Ramadhan
[yaitu menahan diri dari makan, minum, jima’ (berkumpul dengan isteri) dan setiap hal yang dapat membatalkan puasa dari fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat untuk beribadah kepada Alloh Ta’ala.] (Muttafaq ‘alaihi)